Hallo guys...!!! kali ini saya ingin berbagi pengalaman bagai mana cara nya membudidayakan tanaman pohon sagu, kebetulan didaerah saye tanaman sagu ini banyak betambun hiak....
CARA BUDIDAYA TANAMAN SAGU
Cara Budidaya Tanaman Sagu – Tanaman yang termasuk ke
dalam famili atau suku Aracaceae merupakan tanaman yang berasal dari Papua dan
Maluku. Di tempat asalnya sagu dijadikan sebagai makanan pokok bagi
penduduknya.
Tanaman sagu memiliki nama yang berbeda di masing-masing
daerah, misalnya di Jawa Barat dikenal dengan nama kirai, di Ambon dikenal
dengan nama lapia atau napia, di Gorontalo dikenal dengan nama tumba, di Toraja
dikenal dengan nama Pogalo atau tabaro, dan di Kepualauan Aru dikenal dengan
nama rambiam atau rabi. Untuk cara budidaya tanaman sagu dapat dilihat sebagai berikut.
a.
Persiapan
Penanaman Tanaman Sagu
Tanaman sagu dapat tumbuh dengan optimal pada curah hujan
berkisar antara 2000 hingga 4000 mm pertahun dan tersebar secara merata
sepanjang tahun. Sagu dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 700 meter di atas
permukaan laut (mdpl).
Akan tetapi pada ketinggian 400 mdpl ditemukan produksi sagu
terbaik. Suhu yang diperlukan pada budidaya tanaman sagu yaitu berkisar antara
24,50 hingga 29 derajat Celsius.
Dalam proses pertumbuhannya, tanaman sagu membutuhkan
penyiraman yang cukup, akan tetapi penggenangan pada areal tanaman sagu membuat
pertumbuhannya menjadi terganggu.
Tanaman sagu dapat hidup di daerah rawa dengan air tawar
atau daerah rawa dengan gambut dan pada daerah yang berada di sepanjang aliran
sungai.
B.Pemilihan Benih Tanaman Sagu
Pembibitan dapat dilakukan dengan cara generatif dan
vegetatif. Pada cara generatif, benih yang digunakan harus sudah tua, tidak
terdapat cacat, memiliki besar rata-rata dan memiliki tunas.
Sedangkan benih yang digunakan untuk pembibitan tanaman sagu
secara vegetatif yaitu benih yang berasal dari tunas yang berumur kurang dari 1
tahun, dan memiliki berat 2 hingga 3 kg dengan diameter berkisar antara 10
hingga 13 cm.
C.Persiapan Lahan
Budidaya tanaman sagu sebaiknya dilakukan pada awal musim
penghujan. Sebelum lahan ditanami benih sagu, lahan harus dibersihkan terlebih
dahulu.
D.Penyiangan (pengendalian gulma)
Ketika tanaman sagu berumur 3 hingga 4 tahun dilakukan
penyiangan atau pembersihan gulma, karena apabila tidak dilakukan penyiangan
maka hama dan penyakit akan mudah menyerang tanaman sagu tersebut.
Selain itu dengan adanya gulma membuat kebun berpotensi
lebih besar dilanda kebakaran. Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan
sabit, cangkul, tangan dan lain sebagainya.
Hasil penyiangan tersebut dapat dipendam maupun dibuat pupuk
kompos. Akan tetapi apabila terdapat hama pada gulma, maka sebaiknya gulma
tersebut dibakar dan abunya dapat dijadikan sebagai pupuk.
E.Pemberian Pupuk
Tanaman sagu membutuhkan unsur hara diantaranya kalium,
kalsium dan magnesium.
Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara membenamkan
pupuk ke dalam tanah, hal ini bertujuan agar pupuk tidak terbawa air sebelum
diserap oleh akar dari tanaman sagu yang ditanam di daerah rawa atau dataran
rendah.
Pemupukan dilakukan secara melingkar pada sekeliling rumpun.
Pupuk yang diberikan pada tanaman sagu yang masih muda dilakukan hingga 1 tahun
menjelang masa panen dengan dilakukan 1 hingga 2 kali selama setahun pada awal
musim hujan.
F.Pemanenan
Untuk memudahkan pada saat panen, maka pohon sagu dipotong
hingga mendekati bagian akar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar